MUARA MADRAS

Pontensi dan Infrastruktur Kecamatan Jangkat


.


Ditulis, muhlisin madras Jangkat.

Sebuah Kecamatan yang berada di kaki Gunung Masurai, gunung tertinggi ke-2 di Pulau Sumatera. Potensi ekonomi Jangkat berupa pertanian sangat menjanjikan, khususnya tanaman muda seperti kentang (cat: Kualitas terbaik di Sumatera), casiavera (Kulit manis), cabe, sayuran. Bahkan baru-baru ini masyarakat 'menemukan' idola pertanian baru, yakni tumbuhan nilam.
Sebagai komoditi internasional, pertanian nilam cukup menjanjikan. Bahkan beberapa saat yang lalu harganya sampai diatas Rp 1 juta / kg. Dengan harga jual yang begitu menarik, tak heran jika perekonomian masyarakat setempat pun terus meningkat. Bagaimana dengan pontensi wisata? wow.... Disinilah surganya Sumatera. Ratusan potensi wisata alam 'bertaburan' di kawasan yang sebagian besar masuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) ini. Terdapat beberapa air terjun dengan ketinggian ratusan meter di kawasan ini: Air Terjun Sigerincing Dusun Tuo, Air Terjun Sungai Hitam, Air Terjun Rantau Suli, Air Terjun Talang Tembago, Air Terjun Sungai Mentenang, dll. Di kawasan ini juga terdapat beberapa buah danau dengan air yang jernih. Potensi wisata yang tiada duanya. Ingin danau yang dekat denan pemukiman penduduk? ada Danau Pauh. Ingin danau dengan petualangan yang lebih menantang? ada Danau Depati Empat, Danau Tinggi yang berada tepat di puncak bukit. Yang paling seru tentu saja Danau Kumbang yang letaknya di puncak Gunung Masurai (lebih dari 2000 m dpl). Geyser atau air panas yang muncrat ke udara satu-satunya di Sumatera juga ada disini, yang oleh masyarakat setempat dinaman Grao. Jika diasuh oleh pawangnya (sekalian wisata budaya yuuuuuk), ketinggiannya bisa mencapai belasan meter. woow hebat. Namun demikian. Kecamatan Jangkat dengan ibukota Desa Muara Madras mempunyai kendala yang seperti benang kusut (atau memang sengaja dikusutkan?). Yakni persoalan infrastruktur jalan yang tidak memadai. Sebagai putra asli Jangkat, terus terang aja, kami merasa diperlakukan tidak adil. Tak heran jika banyak orang yang berfikir bahwa jalan kami memang sengat dihancurkan untuk kemudian 'dibangun' untuk sekedar ladang mencari uang yang menguntungkan sebagian orang. Muara Madras.